Friday, February 24, 2012

Benarkah Renang Menambah Tinggi Badan?

Renang adalah olah raga favorit yang dipilih orang tua bagi anak-anaknya. Olah raga ini menjadi cara untuk menggenjot tinggi badan si kecil. Benarkah demikian? Selain cerdas, sehat, dan sopan, harapan orang tua saat ini adalah anak-anaknya mempunyai tubuh yang tinggi alias tidak pendek. Tak hanya sedap dipandang, anak yang mempunyai tinggi badan yang memadai dianggap lebih mulus dalam mencapai cita-cita apapun yang mereka inginkan (maklum beberapa bidang pekerjaan menuntut seseorang bertubuh tinggi). Di Indonesia Tinggi badan laki-laki ideal adalah 170-180 cm sedangkan tinggi badan perempuan 160-170 cm. Berenang adalah salah satu olah raga yang paling sering dipilih orang tua guna memacu tinggi badan anak. Meski tidak dirancang menjadi atlit renang, anak pun secara rutin diajak berenang. Jika tidak, jangan harap anak bertubuh tinggi. Mitos ini sudah jamak kita dengar. Bisa jadi, anda pun berpendapat sama. Tapi sebelum para orang tua kecewa setelah bertahun-tahun mengajak si kecil berenang tapi tubuh anak tidak bertambah tinggi, sebaiknya ketahui faktor-faktor yang dapat membuat si kecil bertubuh tinggi.

Fakta yang sebenarnya
Berenang memang melatih semua otot-otot tubuh sehingga dapat membantu anak untuk bertambah tinggi. Olah raga ini dapat memicu hormon-hormon pertumbuhan bekerja lebih baik agar si kecil terus bertambah tinggi dan berkembang. Tapi, berenang hanyalah salah satu dari sekian banyak aktifitas yang dapat dilakukan si kecil dengan manfaat yang sama. Pertambahan tinggi badan anak tidak hanya dipicu oleh aktifitas renang. Hal lain yang lebih menentukan dalam urusan tinggi badan adalah faktor genetik atau keturunan. Jika tinggi badan anda dan pasangan biasa-biasa saja maka besar kemungkinan tinggi badan si kecil pun biasa-biasa saja. Begitu pula sebaliknya. Jika tubuh anda tinggi semampai si kecil cenderung memiliki postur tubuh demikian. Faktor lain yang juga turut memicu tumbuh kembang anak adalah nutrisi. Anak yang mendapatkan nutrisi memadai dan seimbang cenderung tumbuh secara optimal. Jadi meskipun anak sering berenang tapi pola makannya buruk, tinggi badannya tetap tidak akan bertambah. Istirahat, adalah syarat penting bagi tumbuh kembang anak. Tubuh akan menjadi lebih tinggi dan bertambah besar pada saat ia beristirahat (tidur). Ini artinya jika si kecil ingin pertumbuhan badannya optimal maka ia harus mendapatkan istirahat yang memadai. Untuk itu, pastikan pola tidur si kecil cukup sehat. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah tahapan pertumbuhan anak. Dalam perkembangannya anak mengalami saat-saat dimana tubuhnya berkembang sangat lambat dan sangat cepat. Sehingga, kendati si kecil berenang secara teratur, tinggi badannya tidak akan bertambah jika aktifitas ini dilakukan pada fase pertumbuhan lambat yaitu sekitar usia bayi-balita dan usia 16-17 tahun. Pertumbuhan cepat terjadi pada usia 9-12 tahun. Yaitu ketika anak memasuki masa puber. Pada saat ini hormon-hormon pertumbuhan bekerja sangat aktif. Jadi meskipun anak tidak berenang, akan terjadi pertumbuhan tinggi badan yang signifikan. Tetapi, dengan melakukan aktifitas fisik yang cukup, salah satunya dengan renang, pertumbuhan atau penambahan tinggi badan akan semakin optimal. Namun dengan kenyataan ini bukan berarti anda tidak perlu mengenalkan olah raga renang sejak dini pada anak. Banyak sekali manfaat berenang selain menambah tinggi badan. Pada anak-anak yang mempuyai riwayat asma atau sudah menderita asma, berenang dapat membantu melatih paru-parunya. Berenang juga dapat menjadi sarana yang efektif bagi anak untuk bersosialisasi, melatih keberanian, dan mengenal lingkungan baru.

sumber : http://www.anakku.net

Sunday, December 25, 2011

Manfaat Olah Raga Berenang

Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang jg merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin, manfaat tersebut antara lain :
1. Membentuk otot
Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.
2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru
Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.
3. Menambah tinggi badan
Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).
4. Melatih pernafasan
Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang.
5. Membakar kalori lebih banyak
Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.
6. Self safety
Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).
7. Menghilangkan stres.
Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.
Sebelum berenang, ag tubuh tidak ‘kaget’, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan untuk mencegah kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit.
Untuk pemanasan dapat dimulai dengan melakukan gerakan-gerakan ringan, seperti mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan-jalan di sekitar kolam renang selama 10-15 menit. Lalu secara bertahap mulailah dengan satu putaran menyeberangi kolam, lalu istirahatlah selama 30 detik beberapa kali dan puncaknya berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Setelah beberapa minggu, latihan bisa ditingkatkan. Sebaiknya, berganti-ganti gaya renang supaya semua otot terlatih.
Satu-satunya ‘kekurangan’ dari jenis olahraga ini adalah ternyata kurang menguntungkan bagi kesehatan tulang. Ketiadaan gaya gravitasi bumi saat berenang justru berpengaruh buruk pada massa tulang. Untuk mengatasinya, Anda dapat menyelinginya dengan olahraga lain, seperti joging, berjalan kaki, atau bersepeda.


Renang olahraga terbaik. Bagi Anda yang takut air, cobalah untuk meninggalkan ketakutan Anda mulai dari sekarang. Pergilah ke kolam renang terdekat di rumah Anda dan menyeburlah! Rasakan manfaat berenang yang sangat luar biasa bagi tubuh Anda.
Merefreshkan pikiran dan menghilangkan stress. Anda mungkin lelah, capek, stress dengan semua pekerjaan Anda yang memforsir tenaga dan pikiran Anda. Nah, masuk ke dalam air akan membantu Anda merilekskan badan, merefreshkan pikiran Anda.
Membantu mengencangkan otot-otot yang kendur. Gerakan renang yang benar akan membantu Anda mengencangkan otot-otot tubuh Anda yang kendur. Otot-otot di bagian lengan, payudara, perut, paha, dan betis, akan menjadi lebih kencang dan badan menjadi lebih liat.
Melangsingkan tubuh. Wanita-wanita dengan kelebihan berat badan biasanya menggunakan renang sebagai salah satu terapi rutin untuk membantu membakar lemak, selain senam. Ini dapat berlaku sebaliknya, bagi wanita yang terlampau kurus, renang juga bisa menjadi terapi untuk menaikkan berat badan.
Bagi ibu hamil, kegiatan berenang dapat membantu memperlancar aliran darah ibu kepada janinnya dan membantu menguatkan otot-otot. Juga dapat membantu pernapasan. Jadi, ketika persalinan, akan lebih mudah bagi ibu hamil untuk mengatur pernafasannya.

Biasanya memuat gambar dan informasi seputar tekni berenang. Nah, kali ini pembahasan akan lebih fokus pada manfaat olahraga renang.
“Ajarilah anakmu renang, memanah, dan berkuda”.
Itulah salah satu anjuran Rasulullah kepada umatnya. Betapa banyak manfaat renang bagi tubuh hingga Rasulullah pun meminta umatnya untuk mempelajari olahraga yang satu ini.
Olahraga renang biasa disarankan kepada anak-anak bahkan ibu-ibu hamil, termasuk orang-orang yang bermasalah dengan tulang belakang dan persendian lainnya. Renang tidak hanya sebagai olahraga prestasi dan untuk kebugaran, tetapi sudah menjadi salah satu bentuk terapi.
Asyik sekali melihat para pengunjung kolam renang berenang seperti putri duyung dengan berbagai gaya. Gaya apa pun tidak akan mengurangi manfaat renang kepada para penikmat renang. Ketika berenang, apa pun gayanya, para perenang telah melawan gaya gravitasi bumi.
Gerakan yang berlawanan dengan gravitasi bumi ini akan membuat otot semakin kuat. Ketika otot kuat, pembentukkan tulang berjalan dengan sempurna. Bila pembentukkan tulang bagus, maka penyakit yang berhubungan dengan tulang, seperti osteoporosis, dapat dicegah.
Bagi anak-anak dengan memiliki tulang yang kuat, tubuh mereka bisa tumbuh optimal dan bisa mendapatkan tinggi yang maksimal juga. Selain itu, bentuk tubuh yang indah dengan tulang belakang yang bagus akan membuat pernapasan bagus.
Apabila jalur pernapasan bagus karena tulang belakang bagus, maka organ dalam tubuh, seperti, jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan terutama otak pun akan mendapatkan pasokan oksigen yang sempurna. Bila semuanya berjalan dengan sempurna, maka secara teori, sehatlah yang didapat.
Beberapa hal yang harus diperhatikan bila hendak berenang.
1. Pastikan bahwa air kolam renang atau sumber air lainnya, dalam kondisi yang baik dan tidak kotor.
2. Bila berenang di kolam renang umum, pastikan bahwa Anda tidak memiliki penyakit kulit dan tidak buang air kecil apalagi buang air besar di kolam renang tersebut.
3. Lakukan olahraga ringan, seperti stretching, selama 5 menit.
4. Basahilah tubuh terlebih dahulu sebelum menceburkan diri ke kolam renang.
5. Lakukan gerakan perlahan terlebih dahulu. Jangan langsung menggunakan gerakan yang terlalu cepat. Tubuh membutuhkan waktu beberapa saat untuk beradaptasi dengan suhu kolam renang.
6. Mandi bersihlah sesudah berenang.
7. Bila berenang di tengah terik matahari, pakailah sun block. Ini untuk melindungi kulit terutama kulit muka.
8. Pakailah pakaian yang nyaman dan tidak memberatkan Anda untuk berenang. Untuk muslimah, sudah banyak produk baju renang khusus untuk muslimah yang dijual di pasaran.
9. Untuk anak-anak usia 2-10 tahun, hendaknya tidak berenang terlalu lama. Selain air kolam yang yang sudah diberi kaporit dapat menyebabkan iritasi pada mata, juga bagi yang mempunyai kulit yang sensitif, air kaporit dapat memperparah iritasi kulit.
10. Kalau bisa, pelajarilah cara berenang yang benar. Ikutlah kelompok berenang dengan instruktur renang yang profesional. Berenang dengan gaya yang benar selain dapat menghasilkan prestasi yang maksimal, juga bisa membuat pertumbuhan tubuh dan pernapasan lebih baik.
11. Olahraga renang boleh saja dilakukan setiap hari apalagi kalau mempunyai kolam renang sendiri. Tapi ‘dengarkanlah’ tubuh Anda. Jangan terlalu memaksakan diri.

Diolah dari berbagai sumber

Keuntungan Mempunyai Kolam Renang Sendiri


Keuntungan mempunyai kolam renang sendiri

1. Bebas mau berenang kapan saja
2. Hemat biaya buat transportasi dan tiket masuk ke kolam renang umum
3. Tidak ribet dan tidak merepotkan
4. Tidak takut tertular penyakit kulit orang lain
5. Mendidik keluarga sehat dengan berolahraga berenang
6. Bisa buat terapi kesehatan dirumah sendiri
7. Bisa menjadi tempat bermain keluarga yang menyenangkan

Saturday, December 24, 2011

Kolam Renang Mini Pribadi Di Rumah

Olahraga renang merupakan salah satu bentuk olahraga yang menyehatkan, menyenangkan dan mampu membuat semua anggota keluarga bergembira ria. Keutamaan renang karena mampu memberi efek pada gerakan semua tubuh khususnya kaki, tangan dan leher/kepala. Gerakan leher/kepala ini sangat membantu menjaga keseimbangan sirkulasi darah/saraf dari tubuh ke otak/kepala melalui ‘bottle neck’ di leher. Kebiasaan kita membaca dan menulis apalagi dengan menggunakan computer berjam-jam dari dulu hingga nanti dapat memberi pengaruh pada kelenturan/kekakuan di leher/pundak. Mengatur keseimbangan antara kebiasaan kita dengan peranan renang dalam menjaga fungsi keseimbangan utamanya leher/pundak menjadi penting. Persoalannya adalah keinginan untuk berenang kerap dihadapkan pada persoalan akses ke kolam renang: jauh dari rumah, repot, mahal (kalau rutin)—belum lagi mempertimbangkan kesehatan/kebersihan kolam renang dan privasi (terutama aurat). Untuk mengatasi kebutuhan soal berenang dan kendalanya tadi, membuat kolam renang sendiri adalah solusinya. Akan tetapi membuat kolam kerap terdengar atau terkesan mahal apalagi melalui konsultan atau kontraktor. Tulisan ini coba menginformasikan bahwa membuat kolam renang dapat dilakukan sendiri dan justru murah. Murah karena kita dapat menyiasatinya. Yang dimaksud kolam renang mini adalah kolam yang ukurannya kira-kira seluas 5×2,5 meter dimana volume air sebanyak 10-15 kubik dengan kedalaman kolam bervariasi antara 80 cm hingga 180 cm.


Bagaimana memulainya?

• Ada kebutuhan untuk berenang (kebugaran dan kesehatan) dan keinginan punya kolam renang sendiri dan memberi fasilitas bagi anak-anak atau keluarga di rumah untuk belajar renang, bergembira ria dan sebagainya.
• Tersedia lahan dengan ruang terbuka minimal 6×3 meter baik disamping maupun belakang rumah. Jika hanya tersisa 3×3 meter yang terbuka dapat digabungkan dengan mengorbankan/substitusi atau komplemen dengan bagian rumah yang tertutup yang selama ini dipandang tidak efektif/kurang memuaskan. Jika ruang tertutup ingin tetap dimaksimalkan dengan kehadiran kolam, lantainya dapat ditinggikan dengan menggunakan dak atau lantai kayu. Sementara diatasnya tetap dapat difungsikan sebagai ruang kerja/ruang baca, ruang instirahat atau gudang atau apa saja yang dipandang sesuai. Ini malah lebih menarik karena kolam sebagian berada di luar bangunan rumah dan sebagian ada di dalam rumah. Manfaat tambahan, jika hujan atau terik, berenang tetap bisa dilakukan.


Selanjutnya....